Nehemia telah sampai ke yerusalem dan membantu pembangunan rumah Tuhan dan disana mendapat tekanan dari Sanbalat penguasa negeri sebrang. Sanbalat begitu marah karena pembangunan berjalan kembali setelah sebelumnya terhenti karena masalah perijinan pembangunan. Sanbalat benci dengan orang israel dan tidak mau pembangunan itu selesai sehingga dia memakai cara apapun untuk menggangu orang israel.
Dan saat pembangunan kembali berjalan, Sanbalat kembali memberikan ketakutan kepada orang israel dengan cara mengancam akan menggagalkan pekerjaan mereka. Ancaman tersebut berkali kali diberikan mulai dari menghina ditempat tempat ramai, rencana menyerang orang israel dan juga akan merobohkan tembok pembangunan rumah Tuhan jika orang israel lengah.
Saat itu terjadi, Nehemia terus menguatkan iman orang israel dan mengatur penjagaan siang dan malam supaya mengantisipasi ancaman Sanbalat. Sehingga, sambil melakukan penjagaan, orang israel juga melakukan pembangunan. Ditangan kanan memegang pedang, ditangan kiri melakukan pembangunan runah Tuhan. Tidak sedikit sambil melakukan pembangunan mereka tetap memasang pedang di ikat pinggang mereka.
Dalam kehidupan hal seperti yang dialami orang israel perlu dicontoh. Disatu sisi kita bekerja memenuhi kebutuhan hidup, disisi lain kita terus berjaga jaga akan kebutuhan rohani kita.
No comments:
Post a Comment