Monday, August 29, 2016
C Lany Tan. 28 Agustus 2016
Thursday, July 21, 2016
Connecting time. Ko jen
Ada sesuatu yang menarik saat Tuhan mencari orang yang akan menjadi muridnya. Ia pertama kali melihat aktifitas ditepi pantai, ada banyak aktifitas disana. Kemudian lebih detail lagi, tampak ada dua perahu dan nelayan nelayan sedang turun dari situ. Lalu Tuhan memilih untuk naik ke salah satu perahu dan menyuruh simon, nelayan diperahu tersebut bertolak sedikit jauh dari pantai. Setelah selesai mengajar banyak orang diatas perahu, Tuhan menyuruh kembali simon untuk bertolak ketempat yang dalam untuk menebarkan jala.
Untuk intim dengan Tuhan perlu kesengajaan, sama seperti dicerita diatas bahwa bertolak sedikit jauh dari pantai butuh aktifitas dan pengorbanan. Tuhan pun mengajarkan supaya kita masuk ke dalam hadirat Tuhan lebih dalam supaya saat kita bekerja, berkat akan datang sampai berkelimpahan. Sama seperti simon yang mendapat ikan sangat banyak sampai jalanya hampir rusak.
Berjaga jaga dan bekerja
Nehemia telah sampai ke yerusalem dan membantu pembangunan rumah Tuhan dan disana mendapat tekanan dari Sanbalat penguasa negeri sebrang. Sanbalat begitu marah karena pembangunan berjalan kembali setelah sebelumnya terhenti karena masalah perijinan pembangunan. Sanbalat benci dengan orang israel dan tidak mau pembangunan itu selesai sehingga dia memakai cara apapun untuk menggangu orang israel.
Dan saat pembangunan kembali berjalan, Sanbalat kembali memberikan ketakutan kepada orang israel dengan cara mengancam akan menggagalkan pekerjaan mereka. Ancaman tersebut berkali kali diberikan mulai dari menghina ditempat tempat ramai, rencana menyerang orang israel dan juga akan merobohkan tembok pembangunan rumah Tuhan jika orang israel lengah.
Saat itu terjadi, Nehemia terus menguatkan iman orang israel dan mengatur penjagaan siang dan malam supaya mengantisipasi ancaman Sanbalat. Sehingga, sambil melakukan penjagaan, orang israel juga melakukan pembangunan. Ditangan kanan memegang pedang, ditangan kiri melakukan pembangunan runah Tuhan. Tidak sedikit sambil melakukan pembangunan mereka tetap memasang pedang di ikat pinggang mereka.
Dalam kehidupan hal seperti yang dialami orang israel perlu dicontoh. Disatu sisi kita bekerja memenuhi kebutuhan hidup, disisi lain kita terus berjaga jaga akan kebutuhan rohani kita.
Wednesday, July 20, 2016
Profesional secara jasmani dan rohani
Nehemia mendapat panggilan didalam hatinya untuk kembali ke yerusalem saat pekerjaannya adalah juru minuman raja. Dan tampak saat raja memberikan ijin kepada Nehemia dan semua keinginannya bahwa Nehemia adalah orang spesial dan profesional di bidangnya. Tidak mungkin seorang raja bersikap begitu murah hati jika Nehemia orang biasa saja seperti juru minuman pada umumnya. Sehingga raja Arthasasta mengijinkan bahkan membantu Nehemia kembali ke Yerusalem untuk membantu pembangunan rumah Tuhan dalam jangka waktu tertentu dan supaya Nehemia kembali ke kerajaan lagi.
Itu artinya Nehemia adalah orang kepercayaan raja dan dibutuhkan dalam melayani minuman khususnya juru minum anggur terbaik raja. Mempunyai banyak pekerjaan bukan berarti menghalangi hidup kita untuk terus melatih dengan tekun mendengar panggilan Tuhan.
Perlu diketahui, pada jaman Nehemia tidak ada penglihatan kusus, mukjizat ajaib sperti jaman musa atau para nabi dan juga tidak ada suara audibel dari Tuhan untuk nabi atau Nehemia. Tapi tetap Tuhan memberikan panggilannNya lewat hati orang percaya dan dalam hal ini Nehemia adalah orangnya.
Jadi sesibuk apapun tetap luangkan waktu untuk merenungkan Firman Tuhan sekalipun hanya sebentar saja. Karena dari perenungan itulah hati kita dilatih untuk tetap peka akan panggilannya dalam dunia profesional kita. Sehingga kita menjadi profesional secara jasmani dan secara rohani pula.
Tuesday, July 19, 2016
Kepekaan hati terhadap panggilan Tuhan
Nehemia adalah seorang pelayan raja persia yang merasa sedih mendengar pembangunan rumah Tuhan yang tidak dilakukan sampai selesai. Ceritanya Ezra yang memimpin pembangunan itu mendapat banyak tekanan dari sekitar israel dan masih banyak perbuatan yang tidak setia dari rombongan yang kembali ke yerusalem. Nehemia menangis dan meminta ijin datang ke yerusalem secara langsung untuk membantu Ezra melanjutkan pembangunan itu.
Sebenarnya posisinya sebagai juru minuman raja lebih aman daripada keluar dan membantu pembangunan rumah Tuhan d yerusalem. Jelas sekali karena tidak ada resiko yang lebih besar dari pada mempunyai musuh politik dan bisa saja sewaktu waktu hidupnya terancam jika memilih membantu Ezra. Nehemia meninggalkan rasa nyaman nya hanya untuk melayani dan dia tahu bahwa itu adalah panggilan hidupnya.
Tuhan bisa memanggil kita untuk pergi ke ladang yang baru sekalipun sebelumnya Dia memanggil kita diladang yang kita punya sekarang. Tuhan menuntun setiap langkah dalam hidup manusia dari waktu ke waktu. Dan nehemia mempunyai kepekaan dan ketaatan yang luar biasa dalam hatinya sekalipun tidak secara langsung mendengar suara Tuhan secara audible.
Monday, July 18, 2016
Hal yang paling berharga dihidup ini
Saya tertarik dengan diskusi yang ko hen berikan di cg minggu lalu di gereja. Bahwa manusia digerakkan oleh apa yang berharga dalam hatinya dan yang nyaman dalam hidupnya dan tentunya hampir tiap orang seperti itu. Contoh pertama adalah raja Daud yang diurapi Tuhan dan Tuhan berkenan kepada hidupnya. Kenapa?
Daud begitu suka tinggal dalam hadirat Tuhan dan rela memberikan harta dan emas sedemikian banyak untuk pembangunan rumah Tuhan. Bahkan sampai hampir matinya karena sakit-sakitan ia menambah nambahkan jumlah emas nya dari perbendaharaan rumahnya sendiri untuk pembangunan bait Tuhan.
Berbeda dengan saul yang rela mempertahankan tahta nya sedemikian rupa karena jabatan dan pengakuan begitu penting dihidupnya. Saul menganggap perintah Tuhan tidak lebih berharga dari posisi seorang raja. Kehormatan dan kekuasaan begitu berharga dalam hidupnya.
Yang paling berharga dalam hidup manusia, dapat menggerakkan nya kemana ia akan pergi. Apa yang berharga dalam hidup ini?
Friday, October 23, 2015
Saat Ini Saya Dilembah Psikologi Trading
Hari ini adalah satu minggu setelah saya mengikuti event komunitas trader forex indonesia bernama MTA community.
Dalam hati saya ini saya sudah 1 tahun menjadi trader dan mengelola dana seseorang. Saya ingin jadi lebih profesional lagi. Saya ingin lebih mantab lagi secara konsep dan saya ingin belajar lebih banyak lagi tentang psikologi trading. Saya ingin suatu saat nanti punya kesempatan untuk belajar trading sampai level tinggi.
Banyak hal yang terjadi di september 2015 ini. Saya loss cukup banyak. Saya bingung. Strategi saya yang sudah saya pakai selama 1 tahun belakangan tidak bekerja sama sekali dibulan september. Psikologi saya hancur sekali. Saat itu saya berpikir bagaimana cara saya bisa bangkit lagi. Saya mulai tidak percaya dengan strategi saya.
Suatu kali saya berpikir saya harus masuk suatu komunitas. Saya tidak boleh sendirian saya butuh teman2 yang lain yang punya minat dan hobi yang sama. Dan saya menemukan SFC ( Semarang Forex Community ). Saya langsung join event yang saya lihat pertama kali saya masuk yaitu MTA Community bayar $200. Saya tidak berpikir panjang lebar.
Sampai saat event itu berlangsung. Saya belajar banyak hal disana. Saya bertanya banyak hal juga. Dari pagi sampai malam baru pertama kali saya cuma ngomongin tentang forex dan strategi nya dan lain lain. Saya senang sekali.
Hari ini seminggu setelah saya ikuti. Saya mulai beradaptasi dan masih berpikir tetang bagaimana cara membuat strategi yang sudah disediakan bisa sesuai dengan cara saya trading. Sampai saat ini belum ada perkembangan sama sekali. Akun trading masih sama jumlahnya. Ada profit juga ada loss. Tapi saya bersyukur pikiran saya bisa terbuka.
Saya pasti bisa. Ini yang kurang dalam hidup saya. Seharusnya saya sertakan Tuhan dalam kegiatan trading saya ini. Saya bukan penjudi. Saya trader dan pedagang mata uang. Saya berjalan menjadi profesional. Saya tidak sabar melihat saya tahun depan 2016. Saya yakin saya jadi lebih baik lagi.
Hari ini. Yang saya dapat adalah terus belajar. Terus dan terus. Tuhan tolong saya, sertai saya dalam pekerjaan ini. Tuhan tolong saya. Saya tidak bisa apa-apa tanpa Mu. Trima kasih Tuhan. Amin