Friday, October 23, 2015

Saat Ini Saya Dilembah Psikologi Trading

Hari ini adalah satu minggu setelah saya mengikuti event komunitas trader forex indonesia bernama MTA community.

Dalam hati saya ini saya sudah 1 tahun menjadi trader dan mengelola dana seseorang. Saya ingin jadi lebih profesional lagi. Saya ingin lebih mantab lagi secara konsep dan saya ingin belajar lebih banyak lagi tentang psikologi trading. Saya ingin suatu saat nanti punya kesempatan untuk belajar trading sampai level tinggi.

Banyak hal yang terjadi di september 2015 ini. Saya loss cukup banyak. Saya bingung. Strategi saya yang sudah saya pakai selama 1 tahun belakangan tidak bekerja sama sekali dibulan september. Psikologi saya hancur sekali. Saat itu saya berpikir bagaimana cara saya bisa bangkit lagi. Saya mulai tidak percaya dengan strategi saya.

Suatu kali saya berpikir saya harus masuk suatu komunitas. Saya tidak boleh sendirian saya butuh teman2 yang lain yang punya minat dan hobi yang sama. Dan saya menemukan SFC ( Semarang Forex Community ). Saya langsung join event yang saya lihat pertama kali saya masuk yaitu MTA Community bayar $200. Saya tidak berpikir panjang lebar.

Sampai saat event itu berlangsung. Saya belajar banyak hal disana. Saya bertanya banyak hal juga. Dari pagi sampai malam baru pertama kali saya cuma ngomongin tentang forex dan strategi nya dan lain lain.  Saya senang sekali.

Hari ini seminggu setelah saya ikuti. Saya mulai beradaptasi dan masih berpikir tetang bagaimana cara membuat strategi yang sudah disediakan bisa sesuai dengan cara saya trading. Sampai saat ini belum ada perkembangan sama sekali. Akun trading masih sama jumlahnya. Ada profit juga ada loss. Tapi saya bersyukur pikiran saya bisa terbuka.

Saya pasti bisa. Ini yang kurang dalam hidup saya. Seharusnya saya sertakan Tuhan dalam kegiatan trading saya ini. Saya bukan penjudi. Saya trader dan pedagang mata uang. Saya berjalan menjadi profesional. Saya tidak sabar melihat saya tahun depan 2016. Saya yakin saya jadi lebih baik lagi.

Hari ini. Yang saya dapat adalah terus belajar. Terus dan terus. Tuhan tolong saya, sertai saya dalam pekerjaan ini. Tuhan tolong saya. Saya tidak bisa apa-apa tanpa Mu.  Trima kasih Tuhan. Amin

Tuesday, October 6, 2015

Suara Pemimpin Yang Berbeda

Minggu lalu saat saya sedang meeting leader. Saya mendengarkan dengan antusias dan akhir pertemuan itu. Hati saya serasa berbeda. Seakan apa yang diimpartasikan pemimpin itu masuk ke hati saya.

Saya berpikir memang seharusnya jemaat punya waktu cukup untuk duduk dan mendengarkan pemimpin atau gembala berbicara dan impartasi visi mereka.

Padahal saya datang saat itu dengan hati  yang tidak sinkron dengan kegerakan rohani. Hati saya cuma ingin senang senang karena kumpul dengan teman teman.

Kedua. Pemimpin rohani saya saat ini sebaya dan seumuran dengan saya yaitu gembala AOG Semarang.  Cukup sulit kadang menerima, taat dan tunduk dan mengakui pemimpin punya otoritas dalam hidup saya. Lain cerita kalau pemimpin statusnya lebih tua. Tapi dalam kasus ini saya tetap berusaha hormat.

Ketiga tahun ini pemimpin CG proM saya pun malah lebih muda. Ya saya memang dapat banyak tahun ini. Saya harus belajar dan belajar taat.

Ini yang saya dapat. Suara pemimpin menuntun saya melihat hal yang baru. Suara pemimpin mentransfer spirit dan passion mereka ke diri saya.

Jadi rasanya saya harus coba ini di CG. Saya perlu luangkan waktu minim 5 menit saja tiap minggu. Untuk bersuara dan impartasi visi kegerakan rohani. Hasilnya saya yakin. Apa yang saya rasakan. Mereka juga akan bisa merasakannya.

Ya. Rasanya perlu dicoba minggu ini. Semangat

Fitness Saat Puasa

Bulan ini adalah bulan puasa raya. Puasa 21 hari. Padahal saya sedang giat giatnya fitness.

Yang ada dalam pikiran saya saat ini adalah bagaimana melewati puasa tanpa mengurangi fitness. Bagaimana asupan makan tidak berkurang sekalipun jadwal makan berubah. Bagaimana tetap fit disaat puasa ini.

Yang berubah dari 1 minggu puasa ini. Saya makan 2 kali dari sebelumnya 3 kali. Dan puasa ini membuat saya malas makan sehingga kadang cuma 1 kali sehari.

Tantangan berikutnya yaitu rasa malas memulai fitness bertambah. Untuk mengawali olah raga jadi lebih berat dari sebelumnya karena badan lemas.

Jadi nantinya. Yang akan saya coba hanya menjaga jadwal makan saya jadi 2 kali. Dan minum susu yang banyak. Minum suplemen juga.

Overall. Tidak mudah. Kalau saat puasa saya bisa tetap fitness. Saat tidak puasa harusnya lebih mudah. Amin

Update: ternyata saya tidak bisa dan tidak kuat puasa sambil latihan. Saya malah sakit. :D Jadi puasa dulu. Ntar kalau sudah selesai baru latihan lagi.

Sunday, October 4, 2015

Fokus Badan Ramping Atau Besar

Beberapa minggu ini saya memulai lagi perjalanan pembentukan badan. Dan saya mendapat pelajaran baru lagi dari hasil bertanya pada teman lainnya yang saya anggap bentuk badannya ideal.

Siang itu. Saat jam makan siang saya mendapat sebuah pertanyaan dari rekan kerja. Bunyi nya seperti ini.

"Kamu fokus ke ramping atau ukuran?"

Sampai dirumah pertanyaan itu terus muncul. Memang kenyataan nya sampai saat saya menulis cerita ini. Badan saya termasuk ramping. Saya baru sadar bahwa saya perlu mengganti rumus fitness saya.

Saya juga baru mengerti bahwa repetisi yang saya tambah setiap minggu tidak membuat ukuran badan semakin besar. Tapi hanya membuatnya ramping.

Rumus baru untuk saya saat ini yaitu. Ramping searah dengan jumlah repetisi. Dan ukuran searah dengan berat beban.

Setelah saya dapatkan rumus ini. Langsung keesokan harinya saya praktekan. Harapan saya latihan pembesaran ukuran bisep bisa berhasil.

Saya menambah barbel yang sebelumnya 10kg menjadi 16kg fokus ke bisep. Untuk trisep dan otot dada saya tetap ke ramping dengan cara push up saja.

Hasil memang belum bisa dilihat. Tapi akan saya jalankan sebagai bagian research kecil kecilan dan hobi.

Mencoba hal baru memang menyenangkan. Memperbaharui hati yang bosan dengan aktivitas sehari hari. Mempelajari yang belum pernah dipelajari. Sebentar saja melupakan beban yang berat. Sungguh menyenangkan sekali.

Salam sehat

Saturday, October 3, 2015

Prioritas Hidup Part 2

Teori prioritas hidup part 2 yaitu pengelompokan level atas semua hal yang kita kerjakan. Berikut adalah urutannya:

1. Tuhan
2. Hidup
3. Tubuh
4. Uang
5. Pakaian
6. Makanan

6 hal tersebut adalah prioritas yang bisa kita buat acuan jika bingung menentukan dua pekerjaan yang datang bersamaan. Saya sudah mencoba dan saya tidak menyesal saat harus kehilangan salah satu dari dua pilihan atau lebih. Karena saya mengambil prioritas yang benar.

Berikut referensi 6 hal diatas:

Tuhan bicara tentang kepercayaan kita. Keyakinan dan tujuan hidup paling utama.

Hidup adalah relasi keluarga kita. Hidup juga adalah relasi kita dengan sahabat, saudara dan rekan.

Tubuh adalah kesehatan kita. Akal dan pikiran kita.

Uang adalah bisnis atau pekerjaan yang kita punya.

Pakaian adalah barang yang kita pakai. Baju. Smartphone. Kendaraan. Rumah.

Makanan adalah pemuas hidup. Yang dimakan dan masuk kedalam tubuh. Sesuatu yang bersifat sementara.

Mari kita coba.

Prioritas Hidup Part 1

Dosa bisa ditebus. Kesalahan bisa dihindari. Tapi waktu tidak akan berulang. Sekali berjalan tidak akan pernah kembali. Pakai waktu sebaik mungkin dan berhati-hati. Waktu tidak pernah berjalan mundur.

Menggunakan waktu yang berkualitas teori nya mudah. Tapi saya pun sampai saat ini masih belajar. Yaitu memiliki prioritas dalam hidup. Mengerjakan apa yang penting dan apa yang mendesak. Atau sering kali penting dan mendesak.

Jika kita sering terjebak dengan hal penting dan mendesak. Maka tandanya kita kurang pandai memanagemen waktu. Mudahnya. Mulai saat ini pindahkan hal yang berpotensi penting dan mendesak menjadi penting dan tidak mendesak. Contoh praktisnya. Pekerjaan kantor. PR sekolah. Membayar tagihan rumah. Dan banyak hal lainnya.

Hal lain yang termasuk penting dan tidak mendesak yaitu belajar berinvestasi. Belajar skill baru sesuai kebutuhan pekerjaan. Menginvestasikan waktu untuk hal yang penting dan tidak mendesak membuahkan hasil pada saat nya.

Sekian. Part 2 menyusul.

Hello world

Suatu ketika dimalam hari saya memiliki keinginan untuk menulis blog tentang apa yang terjadi dalam hidup saya. Saya mau blog ini menjadi pelajaran dan catatan saya.

Mungkin saja. Sampai suatu keadaan saya membutuhkan catatan dan saya tulis di blog ini. Berarti setidaknya catatan saya ini menolong diri saya sendiri. Atau bahkan bisa juga menolong pembaca dan kita semua.

Mulai saat ini. Catatan kecil, sebuah pertanyaan, sebuah pernyataan atau apapun juga yang menarik hati saya. Akan saya share di blog ini.

Selamat malam.