Tuesday, October 6, 2015

Suara Pemimpin Yang Berbeda

Minggu lalu saat saya sedang meeting leader. Saya mendengarkan dengan antusias dan akhir pertemuan itu. Hati saya serasa berbeda. Seakan apa yang diimpartasikan pemimpin itu masuk ke hati saya.

Saya berpikir memang seharusnya jemaat punya waktu cukup untuk duduk dan mendengarkan pemimpin atau gembala berbicara dan impartasi visi mereka.

Padahal saya datang saat itu dengan hati  yang tidak sinkron dengan kegerakan rohani. Hati saya cuma ingin senang senang karena kumpul dengan teman teman.

Kedua. Pemimpin rohani saya saat ini sebaya dan seumuran dengan saya yaitu gembala AOG Semarang.  Cukup sulit kadang menerima, taat dan tunduk dan mengakui pemimpin punya otoritas dalam hidup saya. Lain cerita kalau pemimpin statusnya lebih tua. Tapi dalam kasus ini saya tetap berusaha hormat.

Ketiga tahun ini pemimpin CG proM saya pun malah lebih muda. Ya saya memang dapat banyak tahun ini. Saya harus belajar dan belajar taat.

Ini yang saya dapat. Suara pemimpin menuntun saya melihat hal yang baru. Suara pemimpin mentransfer spirit dan passion mereka ke diri saya.

Jadi rasanya saya harus coba ini di CG. Saya perlu luangkan waktu minim 5 menit saja tiap minggu. Untuk bersuara dan impartasi visi kegerakan rohani. Hasilnya saya yakin. Apa yang saya rasakan. Mereka juga akan bisa merasakannya.

Ya. Rasanya perlu dicoba minggu ini. Semangat

No comments:

Post a Comment